Pusat Studi Bencana Pusat Studi Bencana
  • BERANDA
  • PROFIL
    • SEJARAH
    • STRUKTUR PENGURUS PUSAT STUDI BENCANA
    • VISI, MISI, TUJUAN
    • KATA SAMBUTAN
  • KEGIATAN
    • ASESMEN BANGUNAN
    • PENYUSUNAN DOKUMEN BENCANA
    • KAJIAN BENCANA
    • KEGIATAN SOLIDARITAS KEBENCANAAN
    • PELATIHAN DAN EDUKASI KEBENCANAAN
    • SIMULASI MENGHADAPI BENCANA
  • SERVICES
    • Asesmen Struktur Bangunan
    • Penyusunan Dokumen Teknik Sertifikat Layak Fungsi (SLF) Bangunan Gedung
    • Pengujian Shaking Table Test
    • Penyusunan Dokumen Bencana
      • Dokumen Kajian Resiko Bencana
      • Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana
      • Dokumen Rencana Kontijensi
    • Kajian Kebencanaan
  • BERITA
  • PENELITIAN
  • PUBLIKASI
  • PENGABDIAN
  • JURNAL
  • ICDM 2026
  • KOSBEMA
  • KERJA SAMA
  • KONFERENSI/SEMINAR

TPL_FOLLOW_US
Youtube
Facebook
Instagram
Twitter
  • BERANDA
  • PROFIL
    • SEJARAH
    • STRUKTUR PENGURUS PUSAT STUDI BENCANA
    • VISI, MISI, TUJUAN
    • KATA SAMBUTAN
  • KEGIATAN
    • ASESMEN BANGUNAN
    • PENYUSUNAN DOKUMEN BENCANA
    • KAJIAN BENCANA
    • KEGIATAN SOLIDARITAS KEBENCANAAN
    • PELATIHAN DAN EDUKASI KEBENCANAAN
    • SIMULASI MENGHADAPI BENCANA
  • SERVICES
    • Asesmen Struktur Bangunan
    • Penyusunan Dokumen Teknik Sertifikat Layak Fungsi (SLF) Bangunan Gedung
    • Pengujian Shaking Table Test
    • Penyusunan Dokumen Bencana
      • Dokumen Kajian Resiko Bencana
      • Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana
      • Dokumen Rencana Kontijensi
    • Kajian Kebencanaan
  • BERITA
  • PENELITIAN
  • PUBLIKASI
  • PENGABDIAN
  • JURNAL
  • ICDM 2026
  • KOSBEMA
  • KERJA SAMA
  • KONFERENSI/SEMINAR

Perencanaan Desa Wisata Tangguh Bencana Nagari Aie Angek, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat

Details
Jan 28, 2026

Pada Semester Ganjil 2025/2026, Pusat Studi Bencana Universitas Andalas juga melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Perencanaan Desa Wisata Tangguh Bencana di Nagari Aie Angek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh besarnya potensi wisata alam yang dimiliki Nagari Aie Angek, seperti pemandian air panas dan lanskap alam di kawasan kaki Gunung Marapi, yang di sisi lain berada pada wilayah dengan tingkat risiko bencana yang tinggi, terutama akibat erupsi gunung api, banjir bandang, dan gempa bumi. Kondisi tersebut menuntut adanya perencanaan pengembangan pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi, tetapi juga terintegrasi dengan aspek mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

Pelaksanaan kegiatan pengabdian diawali dengan sosialisasi dan penyamaan persepsi kepada masyarakat nagari, khususnya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Kelompok Siaga Bencana (KSB), serta pemerintah nagari. Pada tahap ini, masyarakat diperkenalkan pada konsep Desa Wisata Tangguh Bencana, yaitu suatu pendekatan pengembangan pariwisata yang mengintegrasikan pengelolaan potensi wisata dengan pengurangan risiko bencana. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa pengembangan wisata di wilayah rawan bencana harus didukung oleh perencanaan yang matang, berbasis keselamatan, dan kesiapsiagaan masyarakat.

Tahapan berikutnya adalah pengumpulan data dan analisis kondisi eksisting melalui survei lapangan, diskusi kelompok terfokus, serta koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait. Kegiatan ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi wisata, kondisi sosial dan kelembagaan masyarakat, serta tingkat kerentanan dan kapasitas nagari dalam menghadapi bencana. Hasil analisis ini menjadi dasar dalam penyusunan dokumen perencanaan yang komprehensif dan sesuai dengan karakteristik Nagari Aie Angek.

Berdasarkan hasil survei dan diskusi, tim pengabdian bersama mitra menyusun Master Plan Desa Wisata Tangguh Bencana secara partisipatif. Dokumen master plan ini memuat arah pengembangan wisata nagari, peta potensi wilayah, peta bahaya dan jalur evakuasi, serta strategi pengelolaan wisata yang memperhatikan aspek mitigasi bencana. Penyusunan master plan dilakukan dengan melibatkan aktif masyarakat dan kelembagaan lokal, sehingga dokumen yang dihasilkan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga dapat dipahami dan diimplementasikan oleh masyarakat nagari.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas masyarakat, kegiatan pengabdian ini juga dilengkapi dengan workshop pemasaran digital dan pengelolaan wisata berbasis komunitas. Melalui kegiatan ini, Pokdarwis dan masyarakat dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mempromosikan potensi wisata nagari secara lebih efektif, sekaligus mengintegrasikan pesan-pesan kesiapsiagaan bencana dalam kegiatan promosi wisata. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing Nagari Aie Angek sebagai destinasi wisata yang aman, berkelanjutan, dan tangguh terhadap bencana.

Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran, partisipasi, dan kolaborasi masyarakat dalam pengelolaan wisata dan mitigasi bencana. Kelembagaan lokal seperti Pokdarwis dan KSB semakin berperan aktif dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan. Dengan tersusunnya Master Plan Desa Wisata Tangguh Bencana, Nagari Aie Angek diharapkan memiliki pedoman yang jelas dalam mengembangkan sektor pariwisata secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Dokumentasi kegiatan dapat dilihat pada Gambar berikut.

Sosialisasi dan penyamaan persepsi desa wisata tangguh bencana

Koordinasi dan FGD

Pengambilan data survei potensi wisata Aia Angek

Sosialisasi pemasaran digital desa wisata

Master Plan Desa Wisata Tangguh Bencana

Pengabdian Masyarakat di Pilubang

Details
Jan 28, 2026

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Pusat Studi Bencana Universitas Andalas bekerja sama dengan Prodi Magister Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana Unand pada Semester Ganjil 2025/2026 salah satunya dilaksanakan di Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman. Wilayah ini merupakan kawasan pesisir Sumatera Barat yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami akibat keberadaan zona megathrust di lepas pantai Sumatera. Kondisi tersebut menjadikan Nagari Pilubang sebagai salah satu wilayah prioritas dalam upaya peningkatan kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat.

Kegiatan pengabdian ini difokuskan pada sosialisasi dan edukasi kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman megathrust. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan tahapan koordinasi dan perizinan bersama pemerintah nagari dan perangkat Nagari Pilubang. Pada tahap ini, tim pengabdian menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan, ruang lingkup program, serta rencana pelaksanaan kegiatan kepada pihak nagari. Selain itu, dilakukan pengumpulan data awal terkait kondisi wilayah, struktur sosial masyarakat, serta fasilitas umum yang berkaitan dengan potensi risiko bencana gempa bumi dan tsunami. Tahap koordinasi ini menjadi dasar penting dalam memastikan kegiatan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan edukasi kesiapsiagaan dilaksanakan dalam dua sesi dan melibatkan sekitar 30 orang peserta yang berasal dari berbagai unsur masyarakat, antara lain pemuda, pelajar, ibu rumah tangga, serta tokoh masyarakat. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan zona megathrust di Sumatera Barat, mekanisme terjadinya gempa bumi dan tsunami, tanda-tanda awal kejadian gempa besar, serta langkah-langkah evakuasi mandiri yang harus dilakukan oleh masyarakat. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui metode ceramah, diskusi, dan pemutaran media edukasi, sehingga peserta dapat lebih mudah memahami materi yang disampaikan dan aktif terlibat dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan melalui pre-test dan post-test, diperoleh peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar sekitar 42% setelah mengikuti kegiatan sosialisasi dan edukasi. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian memberikan dampak yang nyata dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap bahaya megathrust dan pentingnya kesiapsiagaan bencana. Selain itu, sebagian besar peserta menunjukkan peningkatan kemampuan dalam memahami serta mengoreksi langkah-langkah evakuasi yang benar, yang menjadi indikator penting dalam upaya pengurangan risiko bencana di tingkat komunitas.

Manfaat utama dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Nagari Pilubang ini adalah meningkatnya kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi gempa bumi besar dan tsunami. Masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai ancaman bencana, tetapi juga dibekali dengan pemahaman praktis mengenai tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya budaya sadar bencana dan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya mitigasi bencana secara berkelanjutan.

Sebagai luaran kegiatan, pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan publikasi artikel pada jurnal pengabdian kepada masyarakat terindeks SINTA, pemberitaan kegiatan pada media lokal, serta video dokumentasi kegiatan yang dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi dan diseminasi informasi kepada masyarakat luas. Luaran tersebut diharapkan dapat memperluas dampak kegiatan dan menjadi referensi bagi pelaksanaan kegiatan serupa di wilayah lain yang memiliki tingkat risiko bencana yang sejenis.

 

Dokumentasi kegiatan Pkm di pilubang dapat dilihat pada Gambar berikut

PKM Tanggap Bencana dan Rehab Rekon Pasca Bencana Banjir dan Longsor

Details
Dec 01, 2025

Sebagai respon cepat atas bencana banjir dan longsor yang melanda berbagai wilayah di Sumatera Barat, Pusat Studi Bencana (PSB) Universitas Andalas menyusun rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berfokus pada tanggap darurat, pemulihan awal, serta rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana. Kegiatan ini mencakup asesmen kerusakan, pendampingan masyarakat terdampak, penguatan kapasitas kesiapsiagaan, edukasi kebencanaan, hingga penerapan teknologi dan inovasi mitigasi struktural maupun non-struktural.

Melalui program ini, PSB Unand berkomitmen memberikan kontribusi ilmiah dan praktis untuk mendukung pemulihan masyarakat dan infrastruktur di daerah terdampak, sekaligus mendorong terbentuknya komunitas yang lebih tangguh terhadap risiko banjir dan longsor ke depannya.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, PSB Unand mengajak seluruh stakeholder kebencanaan—termasuk lembaga pemerintah, instansi swasta, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan relawan untuk bergabung bersama-sama dalam upaya membantu masyarakat Sumatera Barat. Kolaborasi multipihak sangat dibutuhkan agar proses penanganan dan pemulihan pascabencana dapat berlangsung lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Kami membuka ruang sinergi bagi pihak-pihak yang ingin:

  • Berkontribusi dalam kegiatan asesmen, edukasi, dan pemulihan

  • Mendukung logistik, pendampingan teknis, maupun tenaga ahli

  • Berkolaborasi dalam riset lapangan dan pengembangan inovasi kebencanaan

  • Menjadi mitra strategis dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi

Bersama, mari kita wujudkan pemulihan yang lebih kuat dan kesiapsiagaan yang lebih baik bagi masyarakat Sumatera Barat.

Unand Bangun Kesiapsiagaan Bencana di Aie Angek Lewat Program Pengabdian

Details
Aug 23, 2025

Tim Ahli Pusat Studi Bencana (PSB) Unand bersama dosen-dosen Program Studi Magister Manajemen Bencana (MMB) Pascasarjana Universitas Andalas (Unand) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Nagari Aie Angek, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pada Jumat, 15 Agustus 2025.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua PSB sekaligus Ketua Prodi MMB, Fauzan, MT, Ph.D, dengan dukungan para dosen pakar, di antaranya Prof. Dr. Bambang Istiyono, Prof. Dr. Afrizal, dan Dr. Basril Basyar. Selain tim dosen, turut hadir mahasiswa S2 MMB serta mahasiswa KKN Unand yang ditempatkan khusus di nagari yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana.

Pemilihan Aie Angek sebagai lokasi pengabdian didasarkan pada kondisi geografisnya yang berada di lereng Gunung Marapi. Daerah ini dikenal rawan bencana, terutama setelah peristiwa erupsi disertai banjir lahar dingin pada 11 Mei 2024, yang mengakibatkan kerusakan signifikan pada lahan pertanian dan permukiman warga akibat aliran material vulkanik dari dua sungai utama.

Dalam sambutannya, Walinagari Aie Angek mengapresiasi perhatian Universitas Andalas. Ia menekankan bahwa dukungan kalangan akademisi sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana berulang. Salah satu tindak lanjut yang direncanakan adalah pemasangan sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) guna mengantisipasi ancaman serupa di masa mendatang.

Pada kesempatan itu, Prof. Dr. Bambang Istiyono menjelaskan pentingnya pemahaman fenomena alam dan penerapan rencana kontinjensi. Menurutnya, kemampuan membaca tanda-tanda awal bencana dapat memperkecil risiko. “Prediksi dini menjadi faktor kunci dalam mengurangi dampak bencana,” tegasnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Afrizal, pakar ilmu tanah, menyoroti potensi positif lahan vulkanik pasca-erupsi. Ia menegaskan bahwa meskipun erupsi membawa kerusakan, tanah di kawasan gunung berapi justru berpotensi sangat subur bila dikelola dengan baik. Ia pun memberikan rekomendasi kepada petani mengenai strategi pengelolaan lahan agar lebih produktif.

Dari sisi komunikasi, Dr. Basril Basyar menekankan peran jaringan sosial dalam penanganan darurat bencana. Menurutnya, efektivitas komunikasi di masyarakat sangat menentukan cepat-lambatnya respons. “Kita harus tahu siapa figur yang biasanya dihubungi pertama kali saat bencana. Arus informasi yang cepat dan akurat akan memperbesar peluang penyelamatan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, tim PSB dan MMB Unand tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga memperkuat kerja sama antara masyarakat, pemerintah nagari, dan perguruan tinggi. Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan, membangun kesadaran kolektif, dan menegaskan bahwa bencana adalah bagian dari siklus alam yang dapat dikelola melalui ilmu pengetahuan, strategi komunikasi, serta keterlibatan aktif masyarakat.

Mahasiswa KKN Unand Laksanakan Pemasangan Sistem Early Warning System (EWS) di Nagari Aie Angek sebagai Upaya Mitigasi Bencana Berbasis Komunitas

Details
Aug 23, 2025

Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) yang bertugas di Nagari Aie Angek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, baru-baru ini menyelesaikan sebuah program penting dalam rangka mendukung mitigasi risiko bencana di wilayah tersebut.

Pemasangan Early Warning System ini dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu, 16&17 Agustus 2025, sebagai alat peringatan dini untuk bencana longsor dan banjir bandang yang kerap melanda kawasan pegunungan dan lembah di sekitar Nagari Aie Angek.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja kelompok KKN Unand yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi dan mengantisipasi bencana alam. Dengan melibatkan partisipasi perangkat nagari, pemasangan EWS dilakukan pada lokasi-lokasi strategis yang dianggap rawan terjadi longsor dan banjir, seperti tebing curam dan area aliran sungai.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN sekaligus Ketua Tim Pengabdian adalah Prof. Fauzan, yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Manajemen Bencana (MMB) dan Ketua Pusat Studi Bencana (PSB) Universitas Andalas. Dalam pelaksanaan PKM ini, beliau didampingi oleh tim ahli dari PSB yang juga merupakan dosen Prodi MMB Unand, yaitu Prof. Abdul Hakam, Prof. Febrin Anas Ismail, Prof. Yenny Narny, Prof. Bambang Istijono, Drs. Rinaldi Eka Putra, Zaini, S.T., M.Sc., Ph.D., dan Dr. Ir. Basril Basyar.

Sistem EWS yang diaplikasikan adalah teknologi sederhana namun efektif, memadukan sensor manual dengan sistem alarm suara yang mampu memberikan peringatan secara cepat saat ada indikasi perubahan lingkungan yang berpotensi menimbulkan bencana. Selain pemasangan EWS, kelompok KKN Unand di Aie Angek juga menjalankan berbagai program lainnya, seperti edukasi desa wisata tangguh bencana.

Pemasangan EWS ini berangkat dari hasil pengamatan dan analisis risiko bencana di Nagari Aie Angek. Berdasarkan data historis dan survei lapangan, daerah ini memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap longsor dan banjir akibat kondisi geografis dan pola curah hujan yang ekstrem.

Melalui pemasangan EWS ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan siap dalam menghadapi potensi bencana, sehingga risiko korban jiwa dan kerugian materi dapat diminimalisir. Serta diharapkan keberadaan sistem ini dapat menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana jangka panjang yang melibatkan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah nagari, dan akademisi.

Kegiatan pemasangan Early Warning System oleh mahasiswa KKN Unand di Nagari Aie Angek ini menjadi salah satu contoh nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membantu masyarakat menghadapi tantangan lingkungan dan meningkatkan ketahanan sosial.

Meski masih menghadapi kendala seperti kestabilan jaringan komunikasi dan pemeliharaan alat, program ini dinilai sebagai langkah strategis. Integrasi antara teknologi EWS dan pengelolaan sungai diyakini mampu memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi bencana hidrometeorologi.

“Penerapan sistem ini bisa menjadi model mitigasi yang efektif dan dapat direplikasi di wilayah lain yang memiliki risiko serupa di Sumatera Barat,” Ujar Prof Fauzan.

Kegiatan pemasangan berlangsung lebih kurang 2 hari dengan berakhir di Minggu sekitar jam 10 malam tanggal 17 Agustus. Para tim di dampingi Wali Jorong Kapalo Koto, Popy Kurniawan selama proses survey dan berakhirnya pemasangan EWS.

Ada sekitar 10 mahasiswa dari berbagai jurusan yang terlibat dalam proses pengerjaan EWS ini, mereka adalah:
1. Rayhan Assiddiqqy Lionar (Teknik Komputer)
2. Rizqi Fadhiya Assyukran (Teknik Mesin)
3. Lina Syahmina (Teknik Industri)
4. Rudra Adrika Rolfo Santoso (Penyuluhan Pertanian)
5. Lathifanisa Kamil (Agribisnis)
6. Michel Gustia Malyona (Agribisnis)
7. Yolanda Lauzy Fadila (Ilmu Tanah)
8. Fahmi Lubis (Teknik Sipil)
9. ⁠Fauzan Al Munawar (Teknik Elektro)
10. ⁠Muhammad Ridho Kurnia (Teknik Elektro)

“Teknologi EWS ini diharapkan menjadi alat yang sangat bermanfaat oleh Masyarakat,” tutup Popy Kurniawan.

 

More Articles …

  1. Penerapan EWS Banjir Bandang Berbasis Sensor Dengan Listrik PLTS Yang Terintegrasi Dengan Sistem Informasi-Komunikasi Nagari Dan Pembuatan Desain Normalisasi Sungai Aie Angek Yang Rusak Pasca Banjir Bandang 2024
  2. Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat
  3. Pembangunan Huntara Dan Pelatihan Tukang Tentang Cara Perbaikan Dan Perkuatan (Retrofitting) Rumah Aman Gempa
  4. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam Penanganan Stunting Di Kec. Pauh, Kota Padang
  • 1
  • 2

Page 1 of 2

Kontak

Gedung STP – LPPM UNAND Lt 2 Areal Fak. Teknik Limau Manis, Pauh, Padang City West Sumatra, 25175

Phone   : 62-751-72497
Mobile : 62-821-2253-4064
Email    : psb@unand.ac.id

TPL_FOLLOW_US
Youtube
Facebook
Instagram
Twitter

Peta


Copyright © 2025