- Details
- By Admin
- Category: Kajian Bencana
- Hits: 13
Intensitas hujan ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah Sumatera Barat telah memicu rangkaian bencana hidrometeorologi, salah satunya longsor besar yang melanda kawasan Kampus III UIN Imam Bonjol Padang di Sungai Bangek. Berdasarkan laporan resmi UIN (Surat Rektor Nomor: B.3503/Un.13/R/B.III/KP.02.3/11/2025), kejadian tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada berbagai fasilitas kampus, termasuk jebolnya turap, tertimbunnya area parkir, kerusakan kendaraan bermotor, serta runtuhan tebing di beberapa titik kampus.
Menindaklanjuti kondisi darurat tersebut, UIN Imam Bonjol secara resmi meminta dukungan teknis kepada Pusat Studi Bencana (PSB) Universitas Andalas untuk melakukan kajian cepat (rapid assessment) terkait potensi gerakan tanah, stabilitas lereng, dan faktor pemicu longsor.
Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas terjadinya longsor di sejumlah titik strategis kampus, antara lain di area Fakultas Syariah, kawasan Masjid UIN, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), serta beberapa lokasi lain yang menunjukkan indikasi ketidakstabilan lereng. Kejadian longsor tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan peningkatan kadar air tanah dan tekanan air pori, sehingga menurunkan kuat geser tanah dan memicu kegagalan lereng.
Hasil tinjauan lapangan menunjukkan bahwa longsor yang terjadi pada umumnya merupakan longsor permukaan (shallow landslide). Pada lokasi Fakultas Syariah, longsor dipengaruhi oleh kejenuhan tanah akibat infiltrasi air hujan dan sistem drainase yang belum berfungsi optimal. Kondisi tanah yang melunak saat jenuh menyebabkan terjadinya pergerakan tanah menyerupai aliran, dengan bidang gelincir yang tampak jelas pada permukaan lereng. Situasi ini mengindikasikan kombinasi faktor kemiringan lereng, karakteristik tanah, serta pengelolaan air permukaan yang belum memadai.
Di kawasan Masjid UIN, longsor terjadi dengan pola runtuhan dari bagian atas ke bawah mengikuti kontur lereng. Kegagalan sistem drainase menjadi faktor dominan yang menyebabkan air tertahan di dalam tubuh lereng dan meningkatkan tekanan air pori secara signifikan. Kondisi tanah yang sangat jenuh mengakibatkan penurunan kohesi dan stabilitas lereng, sehingga tanah tidak lagi mampu menahan berat sendiri maupun beban di atasnya. Akibatnya, lereng mengalami runtuhan progresif yang berpotensi membahayakan fasilitas di sekitarnya.
Sementara itu, pada area Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), kerusakan yang terjadi tidak hanya berupa longsoran tanah, tetapi juga kegagalan total pada konstruksi penahan tanah. Tekanan lateral tanah yang meningkat akibat kejenuhan dan akumulasi air tidak dapat dilepaskan secara efektif karena sistem drainase yang tidak memadai. Hal ini menyebabkan struktur penahan tanah mengalami retak, pergeseran, hingga runtuh secara menyeluruh. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kapasitas struktur eksisting tidak lagi mampu menahan beban tanah dan air yang bekerja, sehingga diperlukan evaluasi dan perancangan ulang sistem penahan lereng.
Selain lokasi-lokasi utama tersebut, hasil tinjauan juga mengidentifikasi adanya potensi longsor lanjutan di beberapa titik lain dalam kawasan kampus. Peningkatan kandungan air di dalam tanah berpotensi menambah berat massa tanah dan tekanan air pori, yang secara langsung menurunkan kekuatan geser tanah. Apabila kondisi ini tidak ditangani dengan baik, terutama pada musim hujan, maka risiko longsor susulan akan tetap tinggi.
Sebagai bagian dari kegiatan ini, dilakukan pula pengujian laboratorium terhadap sampel tanah dari dua lokasi, yaitu Tanah Puncak dan Tanah Masjid. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Tanah Puncak tergolong tanah lanau plastisitas rendah (ML) yang relatif stabil pada kondisi kering, namun sangat sensitif terhadap peningkatan kadar air. Sementara itu, Tanah Masjid diklasifikasikan sebagai tanah lempung lanau plastisitas rendah (CL–ML) dengan kadar air sangat tinggi dan kohesi rendah, sehingga memiliki tingkat kerentanan longsor yang lebih besar. Temuan ini menegaskan bahwa pengendalian air dan peningkatan kekuatan tanah menjadi aspek kunci dalam upaya stabilisasi lereng di kawasan UIN.
Berdasarkan hasil tinjauan lapangan dan analisis awal, Pusat Studi Bencana Universitas Andalas merekomendasikan perlunya penanganan teknis yang komprehensif, meliputi perbaikan dan peningkatan sistem drainase permukaan maupun bawah permukaan, pembentukan ulang geometri lereng dengan kemiringan yang lebih aman, serta perkuatan tanah melalui metode stabilisasi, seperti soil cement dan penggunaan material geosintetik. Kegiatan tinjauan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penyusunan rencana penanganan dan mitigasi longsor yang lebih terintegrasi, sehingga risiko kejadian serupa di lingkungan Kampus UIN Imam Bonjol Padang dapat diminimalkan di masa mendatang. Dokumentasi kegiatan dapat dilihat pada Gambar berikut.



- Details
- By Admin
- Category: Kajian Bencana
- Hits: 41
Intensitas hujan ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah Sumatera Barat telah memicu rangkaian bencana hidrometeorologi, salah satunya longsor besar yang melanda kawasan Kampus III UIN Imam Bonjol Padang di Sungai Bangek. Berdasarkan laporan resmi UIN (Surat Rektor Nomor: B.3503/Un.13/R/B.III/KP.02.3/11/2025), kejadian tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada berbagai fasilitas kampus, termasuk jebolnya turap, tertimbunnya area parkir, kerusakan kendaraan bermotor, serta runtuhan tebing di beberapa titik kampus dengan estimasi kerugian mencapai Rp30 miliar .
Menindaklanjuti kondisi darurat tersebut, UIN Imam Bonjol secara resmi meminta dukungan teknis kepada Pusat Studi Bencana (PSB) Universitas Andalas untuk melakukan kajian cepat (rapid assessment) terkait potensi gerakan tanah, stabilitas lereng, dan faktor pemicu longsor.
PSB Unand Mulai Melakukan Survei Lapangan
Tim PSB Unand telah bergerak cepat melakukan survei awal di area terdampak. Dari hasil tinjauan lapangan, ditemukan beberapa kerusakan utama yang selaras dengan laporan UIN, di antaranya:
-
Keruntuhan turap besar di area Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), sebagaimana tampak pada foto lampiran halaman 2–6 dokumen.
-
Pergerakan massa tanah yang menyebabkan sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat terseret dan tertimbun material longsor (dokumentasi halaman 5–8) .
-
Longsor tebing aktif di area belakang Fakultas Syariah, Gedung Rektorat, Ma’had Al-Jami’ah, hingga jalur menuju Fakultas Ushuluddin (lampiran halaman 10–12).
-
Indikasi jenuh air dan kerentanan lereng akibat kombinasi curah hujan tinggi, kondisi geomorfologi berbukit, dan diduga kurang optimalnya sistem drainase kawasan.
-
Kerusakan interior gedung seperti plafon runtuh dan rembesan air (lampiran halaman 13–14) .
Survei PSB Unand dilakukan dengan pendekatan observasi visual, pemetaan titik longsor, analisis sistem drainase, serta pengumpulan data geoteknik dan hidrologi awal untuk menentukan tingkat ancaman serta rekomendasi penanganan sementara maupun jangka panjang.
Langkah Lanjutan
Dalam waktu dekat, PSB Unand akan:
-
Melakukan pemetaan detail gerakan tanah dan potensi longsor lanjutan.
-
Menganalisis stabilitas lereng termasuk kemungkinan perlunya perkuatan struktur lereng.
-
Merancang rekomendasi teknis mitigasi, seperti optimalisasi drainase, early warning sederhana berbasis visual, serta intervensi rekayasa geoteknik.
-
Menyusun laporan kajian komprehensif untuk disampaikan kepada pihak UIN, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait.
Komitmen PSB Unand
Sebagai pusat studi yang fokus pada pengurangan risiko bencana, PSB Universitas Andalas berkomitmen mendukung institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam merespons bencana hidrometeorologi yang semakin meningkat akibat perubahan iklim. Kajian di UIN Sungai Bangek merupakan bagian dari upaya kolaboratif PSB dalam memperkuat kesiapsiagaan dan ketangguhan infrastruktur pendidikan di Sumatera Barat.



- Details
- By Admin
- Category: Kajian Bencana
- Hits: 67
Kegiatan Kajian Bencana
Tahun 2017-2019
- PROJECT BANGUNAN SEKOLAH AMAN (SAFE SCHOOL) WORLD BANK
Tahun 2020
- SURVEY KEPUASAN MAYARAKAT (SKM) PUPR SUMATERA BARAT
Tahun 2021
- KAJIAN PEMBUKAAN JALAN KAMBURA
Tahun 2022
- KAJIAN KEBUTUHAN EXCAVATOR KABUPATEN SOLOK
- FS LITBANG INFRASTRUKTUR PERTANIAN SUMBAR
- SURVEY KEPUASAN MAYARAKAT (SKM) DINAS PSDABK SUMATERA BARAT
Tahun 2023
- PENANGANAN LONGSOR SAWAHLUNTO
- DESAIN RUMAH AMAN GEMPA (RAG) PASCA GEMPA PASAMAN BARAT
- KAJIAN INFRASTRUKTUR KABUPATEN SIJUNJUNG
- SURVEY KEPUASAN MASYARKAT (SKM) DINAS PSDABK SUMATERA BARAT
Tahun 2024
- KAJIAN BENCANA BANJIR KABUPATEN PESISIR SELATAN
- KAJIAN BENCANA GUNUNG MARAPI SUMATERA BARAT
- KAJIAN BENCANA BANJIR BANDANG LEMBAH ANAI KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Tahun 2025
- KAJIAN GEMPA MYANMAR
- KAJIAN KETAHANAN PANGAN PASCA BENCANA
- KAJIAN SISTEM MITIGASI BENCANA TERINTEGRASI SISTEM INFORMASI
- PENGEMBANGAN ALAT EARLY WARNING SYSTEM (EWS) UNTUK BANJIR DAN TSUNAMI
- Details
- By Admin
- Category: Kajian Bencana
- Hits: 75
Sehubungan dengan telah terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam pada tanggal 11 Mei 2024, Universitas Andalas melalui Tim Pusat Tanggap Bencana Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas akan melakukan survey lokasi bencana banjir ke daerah terdampak. Kegiatan ini dilakukan berdasarkan surat tugas perjalanan dinas dengan No. 38/UN16.19/PM.01.02/2024.

Surat tugas kegiatan survey lokasi bencana banjir bandang Kabupaten Tanah Datar Agam (13 Mei 2024)
- Details
- By Admin
- Category: Kajian Bencana
- Hits: 66
Kabupaten Sijunjung terletak pada posisi bagian Barat berbatasan dengan Kabupaten Solok, bagian Utara dengan Kota Sawahlunto dan Kabupaten Tanah Datar, sebelah Timur berbatasan dengan Provinsi Riau sekaligus pintu masuk ke Sumatera Barat melalui Kabupaten Sijunjung dan bagian Selatan berbatasan dengan Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Sijunjung dibelah oleh jalan Lintas Sumatera (Jalan Nasional) dari Selatan sampai ke Utara sepanjang 108,69 Km dan Jalan Propinsi sepanjang 47,90 Km serta jalan Kabupaten sepanjang 829,42 Km.
Pada salah satu ruas jalan Provinsi yaitu ruas jalan Tanjung Ampalu – Sijunjung tepatnya di depan gerbang Kantor Bupati Kab. Sijunjung, terdapat kerusakan pada badan jalan dan tebing jalan yang diakibatkan oleh pergerakan tanah (sliding) arah melintang jalan menyebabkan longsornya tebing jalan sepanjang ±60 meter dan naiknya permukaan badan jalan sehingga badan jalan bergelombang yang membahayakan pengguna jalan. Selain itu pada Kawasan ini terdapat juga bangunan hotel Bukik Gadang yang dikhawatirkan akan merusak Kawasan hotel Bukit Gadang tersebut.
Pihak Provinsi telah menganggarkan dana setiap tahunnya untuk perbaikan jalan tersebut pada tahun 2021 sebesar 8 M, tahun 2022 sebesar 12 M dan pada tahun 2023 sebesar 4 M, tetapi karena kondisi Kawasan hotel Bukik Gadang belum ada penyelidikan tanah sehingga dana tersebut dialihkan ke Kawasan lain yang ada pada ruas yang sama.
Berdasarkan kondisi di atas untuk penanganan konstruksi yang berada di kawasan hotel bukik gadang diperlukan penelitian penyelidikan tanah (soil investigation) untuk memperoleh data maupun informasi yang mempengaruhi sistem desain, konstruksi, biaya proyek dan lain-lain jika dilakukan pembangunan konstruksi maupun keselamatan bangunan yang telah ada pada Kawasan tersebut.
Kegiatan penelitian tanah (soil investigasi) dan Penyusunan DED Dinding Penahanan Tanah Kawasan Bukit Gadang tersebut dilaksanakan dengan Sistim Swakelola Tipe II oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Andalas (LPPM UNAND).
Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi LPPM UNAND yang memuat masukan azas, kriteria, keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterprestasikan kedalam pelaksanaan tugas perencanaan. Dengan KAK ini diharapkan LPPM UNAND dapat melakukan tugas dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang dimaksud. Tujuan dari kegiatan ini antara lain :
- Terciptanya hasil investigasi tanah di Kawasan Bukik Gadang sehingga didapatkan struktur perkuatan tanah, sehingga dapat menjadi pegangan pihak terkait dalam membangun kedepannya.
- Terwujudnya rancang desain dinding penahan tanah Kawasan Bukit Gadang yang berdasar pada konsep arsitektur ramah lingkungan dan hemat energi (green building concept).
- Terciptanya rancang bangun secara detail berupa gambar terukur dan dilengkapi dengan rencan
- Mewujudkan suatu kawasan yang manusiawi dengan penataan lingkungan dalam dan luar yang berorientasi pada kebutuhan pengg
- Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan Perencana dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai Kerangka Acuan Kerja (KAK).
Pelaksanaan pekerjaan Perencanaan ini yaitu Penyusunan DED Dinding Penahan Tanah Kawasan Bukit Gadang Kabupaten Sijunjung, telah diselesaikan. Hasil pekerjaan disampaikan dalam bentuk Laporan-laporan yaitu berupa Dokumen Perencanaan, yaitu :
- Hasil Perencanaan (dalam bentuk hard copy dan soft copy)
- Gambar-gambar rencana teknis/DED;
- Rencana kerja dan syarat-syarat (Spesifikasi teknis);
- Bill of Quantity (BQ);
- Rencana anggaran biaya (EE);
- Analisa Volume;
- Analisa Harga Satuan;
- Daftar harga bahan dan upah;
- Dokumen Lainnya
- Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi
- Metode Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi
- Jadwal Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi beserta Jalur Kritisnya.
- Kebutuhan Peralatan dan Personil dalam pelaksanaan pekerjaan Konstruksi
- Analisis Tingkat Pemakaian Produksi dalam Negeri (TKDN) beserta sertifikat TKDN
- Details
- By Admin
- Category: Kajian Bencana
- Hits: 63
Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) adalah data dan informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif dan kualitatif atas pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan dari aparatur penyelenggara pelayanan publik dengan membandingkan antara harapan dan kebutuhannya. Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumatera Barat sebagai salah satu institusi pemerintahan Provinsi Sumatera Barat yang bertugas menyelenggarakan roda pemerintahan dengan seluruh elemen aparaturnya, bekerja dalam sebuah sistem tata pemerintahan yang diatur sedemikian rupa agar mencapai target utama pembangunan yaitu kesejahteraan masyarakat dan kewibawaan bangsa. Selain itu, sebagai aparatur negara maka menjadi tanggung jawab bagi pemerintah untuk memberikan pelayanan prima bagi masyarakat dari berbagai aspek kebutuhannya.
Maksud dari kegiatan ini adalah untuk mengukur kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik di Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumatera Barat. Tujuan dari kegiatan ini antara lain :
- Melaksanakan sistem pelaporan dan pencatatan indeks kepuasan masyarakat.
- Mengetahui dan menganalisis tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Barat.
- Menganalisis kualitas pelayanan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Barat kepada publik / masyarakat.
- Mengetahui kesesuaian antara kinerja pelayanan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Barat dengan Harapan atau tingkat kepentingan masyarakat
- Mengetahui kepuasan dari inovasi teknologi yang telah dilakukan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Barat berupa aplikasi yang telah dibuat untuk mempermudah pelayanan masyarakat.
- Didapatkannya evaluasi pelayanan sebagai tindak lanjut perbaikan.
Dari hasil pelaksanaan SKM pada dinas SDABK provinsi Sumatera Barat, dapat disimpulkan bahwa penilaian yang didapatkan dari data yang telah dikumpulkan terhadap Kompilasi keseluruhan bidang di Dinas SDABK menunjukkan hasil kinerja pelayanan “Baik”. Hal ini dikarenakan keseluruhan lembaga masyarakat yang berhubungan dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi di Provinsi Sumatera Barat telah mencapai kepuasan terhadap layanan yang diberikan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Sumatera Barat, sehingga penilaian yang didapatkan menunjukkan rata – rata 3,43 dengan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 85,71. Untuk peningkatan pelayanan pada Dinas SDABK Provinsi Sumatera Barat, perlu adanya peningkatan kinerja dalam melakukan pelayanan, sesuai dengan
masukan dari responden dan memberikan sosialisasi dan penyempurnaan terhadap aplikasi yang telah dimiliki Dinas SDABK Provinsi Sumatera Barat, agar berjalan efektif dan efisien sesuai fungsi dan kegunaannya. Terdapat peningkatan mutu pelayanan pada dinas SDABK Provinsi Sumatera Barat sebesar 85% yang berarti dominan responden yang sudah pernah mengisi survei pada tahun 2022 mengakui peningkatan pelayanan terjadi di tahun 2023. Hal tersebut diperkuat oleh perbandingan hasil survei di tahun 2022 yang menunjukkan setiap unsur pelayanan memiliki kenaikan indeks kepuasan masyarakat.
- Details
- By Admin
- Category: Kajian Bencana
- Hits: 69
Untuk pelaksanaan tahap rekonstruksi rumah yang terdampak rusak berat akibat Gempa Pasaman Barat 2022, Universitas Andalas ikut berpatisipasi melalui surat rekomendasi kepada PT. Gubah Fifarian Indotama sebagai aplikator untuk penggunaan teknologi Rumah Aman Gempa (RAG) Unand Pusat Studi Bencana LPPM Uand atas dasar surat perjanjian kerjasama nomor: B/158/UN.16.19/PT.01.03/KS/2023 tanggal 24 Juli 2023. Pelaksanaan pengenalan Rumah Aman Gempa (RAG) Unand telah dilaksanakan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat dengan dihadiri pemuka masyarakat yang terdampak Gempa Pasaman Barat 2022.
Maksud dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman mengenai rumah aman gempa dan pengenalan Rumah Aman Gempa (RAG) Universitas Andalas dengan biaya yang ekonomis.
More Articles …
- Kegiatan Survey dan Kajian Longsor di Desa Kubang Tangah, Kota Sawahlunto
- Kegiatan Soil Investigasi Tanah Bukit Gadang dan Penyusunan DED Dinding Penahan Tanah Kawasan Bukit Gadang
- Kajian Kebutuhan Excavator Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat
- Survey Kerusakan Bangunan Akibat Gempa Pasaman 2022
Page 1 of 2
