Pusat Studi Bencana Pusat Studi Bencana
  • BERANDA
  • PROFIL
    • SEJARAH
    • STRUKTUR PENGURUS PUSAT STUDI BENCANA
    • VISI, MISI, TUJUAN
    • KATA SAMBUTAN
  • KEGIATAN
    • ASESMEN BANGUNAN
    • PENYUSUNAN DOKUMEN BENCANA
    • KAJIAN BENCANA
    • KEGIATAN SOLIDARITAS KEBENCANAAN
    • PELATIHAN DAN EDUKASI KEBENCANAAN
    • SIMULASI MENGHADAPI BENCANA
  • SERVICES
    • Asesmen Struktur Bangunan
    • Penyusunan Dokumen Teknik Sertifikat Layak Fungsi (SLF) Bangunan Gedung
    • Pengujian Shaking Table Test
    • Penyusunan Dokumen Bencana
      • Dokumen Kajian Resiko Bencana
      • Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana
      • Dokumen Rencana Kontijensi
    • Kajian Kebencanaan
  • BERITA
  • PENELITIAN
  • PUBLIKASI
  • PENGABDIAN
  • JURNAL
  • ICDM 2026
  • KOSBEMA
  • KERJA SAMA
  • KONFERENSI/SEMINAR

TPL_FOLLOW_US
Youtube
Facebook
Instagram
Twitter
  • BERANDA
  • PROFIL
    • SEJARAH
    • STRUKTUR PENGURUS PUSAT STUDI BENCANA
    • VISI, MISI, TUJUAN
    • KATA SAMBUTAN
  • KEGIATAN
    • ASESMEN BANGUNAN
    • PENYUSUNAN DOKUMEN BENCANA
    • KAJIAN BENCANA
    • KEGIATAN SOLIDARITAS KEBENCANAAN
    • PELATIHAN DAN EDUKASI KEBENCANAAN
    • SIMULASI MENGHADAPI BENCANA
  • SERVICES
    • Asesmen Struktur Bangunan
    • Penyusunan Dokumen Teknik Sertifikat Layak Fungsi (SLF) Bangunan Gedung
    • Pengujian Shaking Table Test
    • Penyusunan Dokumen Bencana
      • Dokumen Kajian Resiko Bencana
      • Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana
      • Dokumen Rencana Kontijensi
    • Kajian Kebencanaan
  • BERITA
  • PENELITIAN
  • PUBLIKASI
  • PENGABDIAN
  • JURNAL
  • ICDM 2026
  • KOSBEMA
  • KERJA SAMA
  • KONFERENSI/SEMINAR

Assessment Kelayakan Gedung Serbaguna Islamic Center Kota Padang Panjang

Details
Admin By Admin
Admin
Category: Asesmen Bangunan
Jan 28, 2026
Hits: 13

Bangunan Gedung Serbaguna Islamic Center Kota Padang Panjang mulai dibangun pada tahun 2018, dan telah menyelesaikan pekerjaan pondasi serta pengecoran beberapa kolom pada lantai 1 di tahun yang sama, dan telah dalam kondisi terbengkalai dalam kurun waktu kurang lebih tujuh tahun. Terkait rencana untuk melanjutkan pembangunan, perlu dilakukan Asesmen dari bangunan ini dan melihat kelayakan bangunan ini untuk menjamin keamanan dan keselamatan bangunan.

Untuk Pekerjaan Asesmen Kelayakan Struktur Gedung Serbaguna Islamic Center Kota Padang Panjang ini, pihak owner mempercayakan kepada Tim Pusat Studi Bencana - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Andalas (PSB-LPPM UNAND) untuk melakukan Asesmen.

Tim ahli LPPM Unand telah melakukan survei lapangan dan melihat kondisi eksisting gedung, serta melakukan pengamatan secara visual pada sejumlah titik bangunan. Disamping pengambilan data tersebut, Tim juga telah mempelajari gambar desain (DED) bangunan, melakukan analisis struktur bangunan berdasarkan data yang diperoleh serta menyimpulkan dan memberikan rekomendasi terhadap pembangunan bangunan tersebut.

Maksud dari pekerjaan audit building pembangunan Gedung Serbaguna Islamic Center Kota Padang Panjang ini adalah melakukan pengambilan sampel data kekuatan dan pengukuran dimensi serta meninjau desain perencanaan dengan kondisi eksisting yang terpasang di lapangan, melakukan analisis terhadap kekuatan struktur gedung, menyimpulkan dan rekomendasi terkait struktur bangunan tersebut. Tujuan dari Pekerjaan audit building struktur Gedung Serbaguna Islamic Center Kota Padang Panjang ini adalah :

  • Mendapatkan data secara detail kondisi eksisting Gedung Serbaguna Islamic Center Kota Padang Panjang.
  • Melakukan pengecekan antara desain perencanaan dengan kondisi eksisting yang terpasang di lapangan.
  • Melakukan analisis struktur eksisting sesuai dengan peraturan bangunan (SNI) terbaru.
  • Memberikan kesimpulan tentang kelayakan struktur bangunan dan rekomendasi metode perbaikan/perkuatan jika diperlukan.

Berdasarkan hasil survei lapangan dan evaluasi terhadap kondisi eksisting Gedung Serbaguna Islamic Center Kota Padang Panjang, diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

  1. Berdasarkan hasil Hammer Test yang telah dilakukan, diketahui bahwa dari seluruh kolom yang diuji, terdapat tiga kolom yang tidak memenuhi mutu beton minimum untuk elemen struktur sebagaimana disyaratkan dalam SNI 1726:2019.
  2. Hasil analisis terhadap kolom yang tidak dibongkar menunjukkan bahwa kapasitasnya belum mencukupi untuk menahan beban rencana, sehingga diperlukan tindakan perkuatan struktur pada kolom tersebut.
  3. Berdasarkan hasil perbandingan antara beban kerja pondasi dan daya dukungnya, diperoleh bahwa pondasi eksisting masih berada dalam batas aman. Nilai Safety Factor (SF) yang diperoleh adalah 2,2 untuk asumsi tanah berpasir dan 3,2 untuk asumsi tanah berlempung. Nilai tersebut menunjukkan bahwa nilai keamanan daya dukung pondasi berada dalam nilai kritis namun masih mampu menahan beban struktur di atasnya tanpa risiko kegagalan daya dukung tanah. Untuk kondisi pembebanan gempa, pondasi dinyatakan masih dalam kondisi aman.

Rekomendasi yang diperoleh adalah sebagai berikut:

  1. Dengan mempertimbangkan ketentuan dalam peraturan terbaru yang diterbitkan setelah bangunan ini dibangun, desain dan pelaksanaan struktur perlu disesuaikan dengan standar yang berlaku saat ini. Oleh karena itu, struktur bangunan direkomendasikan untuk diteruskan konstruksinya sebagai bangunan satu lantai, sesuai dengan hasil analisis dan perhitungan struktur yang disajikan dalam laporan ini.
  2. Dari total 16 kolom eksisting, terdapat tiga kolom yang direkomendasikan untuk dibongkar karena mutu betonnya tidak memenuhi standar minimum untuk wilayah rawan gempa, yaitu K-250. Sementara itu, kolom lainnya perlu dilakukan perkuatan menggunakan metode jacketing agar memenuhi kapasitas struktur yang dipersyaratkan oleh peraturan terbaru.

Dokumen laporan akhir assessmen dapat dilihat pada Gambar berikut.

Laporan akhir assesmen Gedung Serbaguna Islamic Center Kota Padang Panjang

Assesmen Kelayakan Bangunan Gedung Hotel Truntum

Details
Admin By Admin
Admin
Category: Asesmen Bangunan
Jan 28, 2026
Hits: 15

Dalam rangka memenuhi syarat pegajuan Sertifikat Laik Fungsi (LSF) Gedung Hotel Truntum, maka perlu dilakukan Asesmen (audit) dari bangunan ini untuk mengetahu kelayakan struktur bangunan ini. Untuk Pekerjaan Asesmen Kelayakan Struktur Gedung Hotel Truntum ini, pihak owner mempercayakan kepada  Tim ahli Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dari Pusat Studi Bencana  Universitas Andalas (UNAND) untuk melakukan kegiatan asesmen ini.

Tim ahli LPPM Unand telah melakukan survei lapangan dan melihat kondisi eksisting gedung, serta melakukan pengamatan secara visual pada sejumlah titik bangunan. Disamping pengambilan data tersebut, Tim juga telah mempelajari gambar As Built Drawing bangunan, melakukan analisis struktur bangunan berdasarkan data yang diperoleh serta menyimpulkan dan memberikan rekomendasi terhadap pembangunan bangunan tersebut.

Maksud dari pekerjaan audit bangunan Gedung Hotel Truntum ini adalah melakukan pengambilan sampel data kekuatan dan pengukuran dimensi serta meninjau desain perencanaan dengan kondisi eksisting yang terpasang di lapangan, melakukan analisis terhadap kekuatan struktur gedung, menyimpulkan dan memberikan rekomendasi terkait struktur bangunan tersebut.

Tujuan dari Pekerjaan audit bangunan struktur Gedung Hotel Truntum ini adalah :

  • Mendapatkan data secara detail kondisi eksisting Gedung Hotel Truntum.
  • Melakukan perbandingan antara desain perencanaan dengan kondisi eksisting yang terpasang di lapangan.
  • Melakukan analisis struktur eksisting sesuai dengan peraturan bangunan (SNI) terbaru.
  • Memberikan kesimpulan tentang kelayakan struktur bangunan dan rekomendasi metode perbaikan/perkuatan jika diperlukan.

 

Berdasarkan hasil survei lapangan dan evaluasi kondisi eksisting Gedung Hotel Truntum diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

  1. Berdasarkan hasil cek lebar retak, retak paling lebar adalah 0.497 mm dan leber terkecil adalah 0.075 mm.
  2. Berdasarkan alternatif 1, analisa struktur dengan beban taman eksisting, yaitu sebesar 1440 kg/m2 dengan tinggi tanah timbun 80 cm dan beban parkir 494 kg/m2 menunjukkan bahwa balok pada lantai dasar (B2, B3 dan B5) tidak aman (tidak memiliki kapasitas yang cukup).
  3. Berdasarkan alternatif 2, analisa struktur dengan beban taman eksisting, yaitu sebesar 450 kg/m2 dengan tinggi tanah timbun 25 cm dan beban parkir 494 kg/m2, menunjukkan bahwa balok pada lantai dasar sebagai berikut :
  • B2 : aman
  • B3 dan B5 : Tidak aman
  1. Berdasarkan alternatif 3 dan Alternatif 4, analisa struktur dengan kombinasi beban gempa tidak diperhitungkan, beban taman sebesar 450 kg/m2,beban parkir 494 kg/m2 diperoleh kondisi balok lantai dasar sebagai berikut :
  • B2 : aman
  • B3 : aman
  • B5 : Tidak aman
  1. Berdasarkan alternatif 5, analisa struktur dengan kombinasi beban gempa tidak diperhitungkan, beban taman sebesar 450 kg/m2, beban parkir 494 kg/m2, beban dinding di ruangan sekeliling aula di jadikan partisi (0,75 kN/m2) dan kombinasi yang perhitungan hanya kombinasi dasar beban hidup dan beban mati diperoleh kondisi balok lantai dasar adalah sebagai berikut :
  • B2 : aman
  • B3 : aman
  • B5 : aman

Berdasarkan hasil diagram interaksi kolom, didapatkan bahwa gaya luar kombinasi lentur dan aksial pada kolom masih lebih kecil dari kapasitas kombinasi lentur (kolom memiliki kapasitas yang cukup dalam memikul bebean yang bekerja). Dokumen laporan akhir assesmen Hotel Truntum dapat dilihat pada Gambar berikut.

Laporan Akhir Assesmen Hotel Truntum

Kegiatan Asesmen Bangunan Pusat Studi Bencana Universitas Andalas

Details
Admin By Admin
Admin
Category: Asesmen Bangunan
Jul 23, 2025
Hits: 83

Asessmen Gedung Bangsal Peyakit Dalam RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, SH

Details
Admin By Admin
Admin
Category: Asesmen Bangunan
Jul 10, 2025
Hits: 75

Pada tanggal 6 Maret 2025, RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, SH di Pariaman mengirimkan surat kepada Ketua Pusat Studi Bencana Universitas Andalas, yang berisi permohonan uji struktur dan rekomendasi teknis kelayakan Gedung Bangsal Penyakit Dalam. Permohonan asesmen ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk melanjutkan pembangunan gedung yang terhenti sejak 2017. Penghentian ini disebabkan oleh masalah hukum terkait penggunaan material dinding bata yang tidak sesuai spesifikasi, yang mengakibatkan vonis hukuman bagi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan kontraktor pelaksana pada tahun 2022. Meskipun sudah ada studi struktur pada tahun 2019 dan pendampingan hukum serta audit pisah batas, pihak RSUD memerlukan uji struktur dan rekomendasi teknis dari tenaga ahli bersertifikat untuk menentukan kelayakan bangunan ini sebelum pembangunan dilanjutkan dan sebagai dasar untuk audit pisah batas oleh BPKP.

Menanggapi permohonan surat tersebut Tim ahli PSB Unand sudah mulai melakukan survei lapangan dan melihat kondisi eksisting gedung, serta melakukan pengamatan secara visual pada sejumlah titik bangunan. 

Asesmen Gedung Belakang Kantor Gurbernur

Details
Admin By Admin
Admin
Category: Asesmen Bangunan
Jul 09, 2025
Hits: 78

Bangunan Gedung Belakang Kantor Gubernur mulai dibangun pada tahun 2012 dan pelaksanaan pekerjaan struktur telah selesai tahun 2018. Untuk itu, perlu dilakukan Asesmen kelayakan struktur bangunan kondisi eksisting ini sebelum dilanjutkan ke pekerjaan finishing dan digunakan sesuai dengan fungsi kantor yang direncanakan.

Untuk Pekerjaan Asesmen kondisi struktur eksisting Gedung Belakang Kantor Gubernur ini, pihak owner mempercayakan kepada Tim LPPM Universitas Andalas untuk melakukan Asesmen.

Tim ahli LPPM Unand telah melakukan survei lapangan dan melihat kondisi eksisting gedung, serta melakukan pengamatan secara visual pada sejumlah titik bangunan. Disamping pengambilan data tersebut, Tim juga melakukan analisis struktur bangunan serta memberikan rekomendasi perbaikan dan perkuatan terhadap pembangunan bangunan tersebut.Maksud dari pekerjaan audit building pembangunan gedung kantor Bank BRI Payakumbuh ini adalah melakukan identifikasi perbandingan antara desain perencanaan dengan kondisi eksisting yang terpasang dilapangan, analisis terhadap kekuatan struktur gedung, dan rekomendasi perbaikan/ perkuatan struktur bangunan tersebut.

Maksud dari pekerjaan Asesmen kondisi eksisting struktur Gedung Belakang Kantor Gubernur ini adalah melakukan analisis terhadap kekuatan struktur gedung, dan rekomendasi perbaikan/perkuatan struktur bangunan tersebut.

Tujuan dari Pekerjaan Asesmen kondisi struktur eksisting Gedung Belakang Kantor Gubernur ini adalah :

  • Mendapatkan data secara detail kondisi eksisting Gedung Belakang Kantor Gubernur.
  • Melakukan analisis struktur eksisting sesuai dengan peraturan bangunan (SNI) terbaru.
  • Memberikan kesimpulan tentang kelayakan struktur bangunan dan rekomendasi metoda perbaikan/perkuatan jika diperlukan.

Berdasarkan hasil survei lapangan dan evaluasi kondisi eksisting Gedung Belakang Kantor Gubernur, diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

  1. Pada beberapa elemen struktur bangunan balok dan pelat lantai, ditemukan banyak terjadinya segregasi beton serta tidak adanya selimut beton pada bagian bawah elemen struktur tersebut, yang menyebabkan terjadinya korosi pada tulangan (besi) beton.
  2. Terdapat keretakan pada balok terutama balok anak dan pelat lantai dan banyak tulangan beton yang menonjol karena kurangnya selimut beton ketika pelaksanaan.
  3. Berdasarkan hasil pengujian mutu material, didapatkan mutu beton rata-rata terendah hasil hammer test adalah sebesar 260,8 kg/cm2.
  4. Analisis struktur dengan menggunakan mutu beton hasil hammer test diperoleh hasil sebagai berikut:
    1. Kapasitas lentur balok lebih besar dari beban luar yang bekerja sehingga balok masih mampu memikul beban yang bekerja kecuali pada balok anak, dimana kapasitas lentur baloknya lebih kecil dari beban luar yang bekerja sehingga balok tersebut perlu diperkuat.
    2. Kapasitas geser balok utama lebih kecil dari beban yang bekerja.
    3. Gaya luar kombinasi lentur dan aksial pada kolom masih lebih kecil dari kapasitas kombinasi lentur aksial kolom (diagram interaksi)
    4. Kapasitas geser kolom lebih besar dari gaya geser yang bekerja.
    5. Kolom direncanakan tanpa ikat silang/sengkang pengekang yang memadai sesuai SNI 2847 2019 dan hanya memasang 1 buah ikat silang.
    6. Kapasitas lentur pelat lantai lebih kecil dari tulangan yang bekerja, dalam hal ini disimpulkan bahwa pelat lantai tidak aman.
    7. Kapasitas daya dukung pondasi tiang masih lebih besar dari gaya luar yang bekerja dengan faktor keamanan pada kondisi statis terkecil adalah SF = 2.77 dan untuk kondisi dinamis SF= 2.67

ASESMEN BANGUNAN SMA 1 ADABIAH PADANG

Details
Admin By Admin
Admin
Category: Asesmen Bangunan
Jan 02, 2025
Hits: 73

Bangunan SMA Adabiah 1 Padang merupakan bangunan gedung fasilitas pendidikan dua lantai yang dibangun pada tahun 2010.  Dalam beberapa tahun terakhir bangunan ini mengalami kerusakan signifikan pada beberapa ruang kelas pada lantai 1 dan 2. Agar tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan (resiko), perlu dilakukan penilaian kelayakan (asesmen) Bangunan Gedung dan rekomendasi dari tim ahli di bidang terkait.

 

Untuk pekerjaan pemeriksaan awal kelayakan bangunan Gedung SMA Adabiah ini, pihak Yayasan Adabiah meminta bantuan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Andalas (LPPM UNAND) untuk melakukan pekerjaan ini.

 

Tim ahli PSB, LPPM Unand telah melakukan survei lapangan secara langsung ke lokasi Bangunan Sekolah SMA 1 Adabiah Padang pada tanggal 29 Juli 2024. Kegiatan dilanjutkan dengan pengamatan secara visual di sejumlah titik terjadinya kerusakan bangunan. Selanjutnya dilakukan pengujian mutu beton, pengukuran dan pengecekan tulangan terpasang untuk pengambilan data bangunan eksisting, serta analisis terhadap hasil pengamatan dan pengukuran bangunan untuk pemberian rekomendasi tindak lanjut terhadap bangunan yang mengalami kerusakan tersebut.

 

Berdasarkan hasil asesmen Bangunan SMA 1 Padang, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Pada elemen struktur kolom, teramati secara visual tidak adanya kerusakan baik berupa keretakan maupun kerusakan lainnya
  2. Elemen balok pada ruang kelas yang ditinjau pada lantai 2 bangunan, teramati banyaknya keretakan struktur pada bagian bawah balok. Selain itu, ditemukan dimensi balok bangunan eksisting berukuran 54 x 30 cm, dimana ukuran tinggi balok bangunan eksisting tersebut tidak sesuai berdasarkan peraturan SNI bangunan beton bertulang (SNI 2847:2019), yaitu tinggi balok minimum seharusnya 56,25 cm.
  3. Untuk pelat lantai, teramati adanya retak struktur dengan intensitas (lebar retak) sedang sebesar 1-2 mm dan mulai terlihat beton spalling (terlepas) pada bagian-bagian yang tertekan.
  4. Pada dinding, teramati adanya retakan pada dinding lantai 1 pada ruang kelas yang ditinjau dengan intensitas (lebar retak) sedang yaitu 1-2 mm, sedangkan dinding pada lantai 2 retakan terjadi pada dilatasi kolom dan balok (dilatasi).
  5. Mutu betonnya secara umum diatas 21 MPa, kecuali pada bagian-bagian balok dan pelat lantai yang mengalami keretakan (Mutu beton dibawah 21 MPa).
  6. Secara umum pada bangunan gedung yang ditinjau, terdapat kerusakan/keretakan signifikan pada 4 kelas (2 kelas berada di lantai 2 dan 2 kelas berada di lantai 1) tidak layak digunakan untuk aktifitas belajar mengajar atau fasilitas pendidikan lainnya. Sedangkan beberapa ruangan lainnya mengalami kerusakan ringan sampai sedang.

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan (Asesmen) bangunan, direkomendasikan untuk:

  • Melakukan evaluasi kelayakan struktur secara menyeluruh dengan melakukan analisis struktur bangunan untuk mengetahui kapasitas bangunan kondisi eksisting serta penyebab kerusakan pada struktur bangunan.
  • Melakukan perbaikan dan perkuatan struktur berdasarkan hasil kajian poin 1
  • Tidak menggunakan gedung tersebut terutama ruangan yang mengalami kerusakan signifikan

Bangunan Eksisting SMA 1 Adabiah yang mengalami kerusakan

Survei dan pengambilan data bangunan Eksisting SMA 1 Adabiah

Kegiatan Asesmen (Penilaian Kelayakan (Audit)) Bangunan BRI Payakumbuh

Details
Admin By Admin
Admin
Category: Asesmen Bangunan
Jan 05, 2024
Hits: 67

Gedung Bank BRI Payakumbuh yang dibangun pada tahun 2022 telah mengalami penghentian pekerjaan/putus kontrak saat progres pekerjaan sekitar 80%. Sehubungan dengan akan dilanjutkannya pembangunan kantor BRI Payakumbuh dan adanya kebutuhan untuk penilaian kelayakan (Audit) terhadap gedung tersebut, maka manajemen Bank BRI perlu melakukan audit building pembangunan kantor BRI Payakumbuh.

Untuk pekerjaan audit building pembangunan kantor BRI Payakumbuh ini, pihak owner mempercayakan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Andalas (LPPM UNAND) untuk melakukan pekerjaan ini. 

Tim ahli LPPM Unand telah melakukan survei lapangan dan melihat kondisi eksisting gedung, serta melakukan pengamatan secara visual pada sejumlah titik bangunan. Disamping pengambilan data tersebut, tim juga telah mempelajari gambar disain (DED) bangunan, analisis struktur bangunan serta memberikan rekomendasi perbaikan dan perkuatan terhadap pembangunan bangunan tersebut.

Maksud dari pekerjaan audit building pembangunan gedung kantor Bank BRI Payakumbuh ini adalah melakukan identifikasi perbandingan antara desain perencanaan dengan kondisi eksisting yang terpasang dilapangan, analisis terhadap kekuatan struktur gedung, dan rekomendasi perbaikan/ perkuatan struktur bangunan tersebut.

Tujuan dari Pekerjaan audit building struktur gedung Bank BRI Payakumbuh ini adalah :

  • Mendapatkan data secara detail kondisi eksisting gedung Bank BRI Payakumbuh.
  • Melakukan perbandingan antara desain perencanaan dengan kondisi eksisting yang terpasang di lapangan.
  • Melakukan analisis struktur eksisting sesuai dengan peraturan bangunan (SNI) terbaru.
  • Memberikan kesimpulan tentang kelayakan struktur bangunan dan rekomendasi metoda perbaikan/perkuatan jika diperlukan.

Berdasarkan hasil survei lapangan dan evaluasi kondisi eksisting Gedung Bank BRI Payakumbuh diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

  1. Berdasarkan hasil pengukuran, terdapat perbedaan pada beberapa dimensi elemen struktur beton terpasang (terutama kolom) dengan gambar rencana (DED). Beberapa kolom memiliki selimut beton yang sangat tebal (tidak sesuai dengan gambar DED) untuk memenuhi dimensi penampang kolom.
  2. Pada beberapa elemen struktur bangunan balok dan pelat lantai, ditemukan banyak terjadinya segregasi beton serta tidak adanya selimut beton pada bagian bawah elemen struktur tersebut, yang menyebabkan terjadinya korosi pada tulangan (besi) beton.
  3. Terdapat beberapa kerusakan pada elemen non-struktural, seperti keretakan pada beberapa dinding bangunan akibat pekerjaan finishing yang kurang sempurna dan keretakan (pecahnya) kaca fasad bangunan.
  4. Terdapat beberapa elemen struktur terpasang yang tidak sesuai dengan gambar DED, seperti tangga bangunan dari lantai 1 ke lantai 2 (lebih lebar dari DED), perubahan dan penambahan balok pada area tangga, perubahan luas lantai dag beton, penambahan balok anak pada lantai dag beton serta perubahan kuda-kuda dan atap bangunan.
  5. Pelaksanaan kuda-kuda baja WF berbeda (tidak sesuai) dengan gambar rencana, diantaranya:
    1. Dimensi Baja WF baik kolom maupun balok lebih besar dari gambar rencana dan dari hasil analisa struktur dimensi terpasang memiliki kapasitas yang lebih besar dari gaya yang bekerja.
    2. Baut untuk sambungan balok dan kolom yang dipasang berbeda dengan gambar rencana dan hasil analisa struktur menunjukkan bahwa kapasitas baut terpasang masih lebih besar dari pada beban yang bekerja pada baut.
    3. Angkur yang terpasang berbeda dengan gambar rencana dan angkur terpasang, namun masih memenuhi/ aman terhadap beban yang bekerja.
  6. Besi ikatan (kait) angin yang terpasang tidak sama dengan gambar rencana baik cara pemasangan maupun diameternya, namun sistem pemasangan kait angin sudah dilakukan dengan benar dengan kapasitas yang cukup.
  7. Berdasarkan hasil pengujian mutu material, didapatkan mutu beton rata-rata terendah hasil hammer test adalah sebesar 249,89 kg/cm2, dimana mutu beton rencana sesuai DED adalah sebesar 250 kg/cm2 (K-250).
  8. Analisis struktur dengan menggunakan mutu beton hasil hammer test diperoleh hasil sebagai berikut :
    1. Kapasitas lentur balok lebih besar dari beban luar yang bekerja sehingga balok mampu memikul beban yang bekerja kecuali pada Balok B10, dimana kapasitas lentur baloknya lebih kecil dari beban luar yang bekerja sehingga balok tersebut perlu diperkuat (retrofit).
    2. Kapasitas geser balok lebih besar dari beban geser yang bekerja.
    3. Gaya luar kombinasi lentur dan aksial pada kolom masih lebih kecil dari kapasitas kombinasi lentur aksial kolom (diagram interaksi).
    4. Kapasitas geser kolom lebih besar dari gaya geser yang bekerja.
  9. Pondasi terpasang masih aman terhadap beban yang bekerja, dan dari hasil pengamatan di lapangan tidak ditemukan tanda-tanda penurunan pondasi, baik penurunan parsial maupun penurunan total.

Presentasi hasil survey kelayakan bangunan pada pimpinan BRI

More Articles …

  1. Asesmen Kelayakan Gedung Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Teluk Bayur Padang
  2. Assesment Struktur Bangunan Minangkabau International Convention Center (MICC) Padang
  3. Asessment Masjid Saadah Gurun Kec. Sungai Tarab, Kab. Tanah Datar
  4. Asesmen Bangunan Klinik Utama Aladin Medical Center (AMC), Kerinci, Sungai Penuh, Jambi.
  • 1
  • 2

Page 1 of 2

Kontak

Gedung STP – LPPM UNAND Lt 2 Areal Fak. Teknik Limau Manis, Pauh, Padang City West Sumatra, 25175

Phone   : 62-751-72497
Mobile : 62-821-2253-4064
Email    : psb@unand.ac.id

TPL_FOLLOW_US
Youtube
Facebook
Instagram
Twitter

Peta


Copyright © 2025