Bangunan Gedung Serbaguna Islamic Center Kota Padang Panjang mulai dibangun pada tahun 2018, dan telah menyelesaikan pekerjaan pondasi serta pengecoran beberapa kolom pada lantai 1 di tahun yang sama, dan telah dalam kondisi terbengkalai dalam kurun waktu kurang lebih tujuh tahun. Terkait rencana untuk melanjutkan pembangunan, perlu dilakukan Asesmen dari bangunan ini dan melihat kelayakan bangunan ini untuk menjamin keamanan dan keselamatan bangunan.
Untuk Pekerjaan Asesmen Kelayakan Struktur Gedung Serbaguna Islamic Center Kota Padang Panjang ini, pihak owner mempercayakan kepada Tim Pusat Studi Bencana - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Andalas (PSB-LPPM UNAND) untuk melakukan Asesmen.
Tim ahli LPPM Unand telah melakukan survei lapangan dan melihat kondisi eksisting gedung, serta melakukan pengamatan secara visual pada sejumlah titik bangunan. Disamping pengambilan data tersebut, Tim juga telah mempelajari gambar desain (DED) bangunan, melakukan analisis struktur bangunan berdasarkan data yang diperoleh serta menyimpulkan dan memberikan rekomendasi terhadap pembangunan bangunan tersebut.
Maksud dari pekerjaan audit building pembangunan Gedung Serbaguna Islamic Center Kota Padang Panjang ini adalah melakukan pengambilan sampel data kekuatan dan pengukuran dimensi serta meninjau desain perencanaan dengan kondisi eksisting yang terpasang di lapangan, melakukan analisis terhadap kekuatan struktur gedung, menyimpulkan dan rekomendasi terkait struktur bangunan tersebut. Tujuan dari Pekerjaan audit building struktur Gedung Serbaguna Islamic Center Kota Padang Panjang ini adalah :
- Mendapatkan data secara detail kondisi eksisting Gedung Serbaguna Islamic Center Kota Padang Panjang.
- Melakukan pengecekan antara desain perencanaan dengan kondisi eksisting yang terpasang di lapangan.
- Melakukan analisis struktur eksisting sesuai dengan peraturan bangunan (SNI) terbaru.
- Memberikan kesimpulan tentang kelayakan struktur bangunan dan rekomendasi metode perbaikan/perkuatan jika diperlukan.
Berdasarkan hasil survei lapangan dan evaluasi terhadap kondisi eksisting Gedung Serbaguna Islamic Center Kota Padang Panjang, diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
- Berdasarkan hasil Hammer Test yang telah dilakukan, diketahui bahwa dari seluruh kolom yang diuji, terdapat tiga kolom yang tidak memenuhi mutu beton minimum untuk elemen struktur sebagaimana disyaratkan dalam SNI 1726:2019.
- Hasil analisis terhadap kolom yang tidak dibongkar menunjukkan bahwa kapasitasnya belum mencukupi untuk menahan beban rencana, sehingga diperlukan tindakan perkuatan struktur pada kolom tersebut.
- Berdasarkan hasil perbandingan antara beban kerja pondasi dan daya dukungnya, diperoleh bahwa pondasi eksisting masih berada dalam batas aman. Nilai Safety Factor (SF) yang diperoleh adalah 2,2 untuk asumsi tanah berpasir dan 3,2 untuk asumsi tanah berlempung. Nilai tersebut menunjukkan bahwa nilai keamanan daya dukung pondasi berada dalam nilai kritis namun masih mampu menahan beban struktur di atasnya tanpa risiko kegagalan daya dukung tanah. Untuk kondisi pembebanan gempa, pondasi dinyatakan masih dalam kondisi aman.
Rekomendasi yang diperoleh adalah sebagai berikut:
- Dengan mempertimbangkan ketentuan dalam peraturan terbaru yang diterbitkan setelah bangunan ini dibangun, desain dan pelaksanaan struktur perlu disesuaikan dengan standar yang berlaku saat ini. Oleh karena itu, struktur bangunan direkomendasikan untuk diteruskan konstruksinya sebagai bangunan satu lantai, sesuai dengan hasil analisis dan perhitungan struktur yang disajikan dalam laporan ini.
- Dari total 16 kolom eksisting, terdapat tiga kolom yang direkomendasikan untuk dibongkar karena mutu betonnya tidak memenuhi standar minimum untuk wilayah rawan gempa, yaitu K-250. Sementara itu, kolom lainnya perlu dilakukan perkuatan menggunakan metode jacketing agar memenuhi kapasitas struktur yang dipersyaratkan oleh peraturan terbaru.
Dokumen laporan akhir assessmen dapat dilihat pada Gambar berikut.

Laporan akhir assesmen Gedung Serbaguna Islamic Center Kota Padang Panjang
