Dalam rangka memenuhi syarat pegajuan Sertifikat Laik Fungsi (LSF) Gedung Hotel Truntum, maka perlu dilakukan Asesmen (audit) dari bangunan ini untuk mengetahu kelayakan struktur bangunan ini. Untuk Pekerjaan Asesmen Kelayakan Struktur Gedung Hotel Truntum ini, pihak owner mempercayakan kepada Tim ahli Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dari Pusat Studi Bencana Universitas Andalas (UNAND) untuk melakukan kegiatan asesmen ini.
Tim ahli LPPM Unand telah melakukan survei lapangan dan melihat kondisi eksisting gedung, serta melakukan pengamatan secara visual pada sejumlah titik bangunan. Disamping pengambilan data tersebut, Tim juga telah mempelajari gambar As Built Drawing bangunan, melakukan analisis struktur bangunan berdasarkan data yang diperoleh serta menyimpulkan dan memberikan rekomendasi terhadap pembangunan bangunan tersebut.
Maksud dari pekerjaan audit bangunan Gedung Hotel Truntum ini adalah melakukan pengambilan sampel data kekuatan dan pengukuran dimensi serta meninjau desain perencanaan dengan kondisi eksisting yang terpasang di lapangan, melakukan analisis terhadap kekuatan struktur gedung, menyimpulkan dan memberikan rekomendasi terkait struktur bangunan tersebut.
Tujuan dari Pekerjaan audit bangunan struktur Gedung Hotel Truntum ini adalah :
- Mendapatkan data secara detail kondisi eksisting Gedung Hotel Truntum.
- Melakukan perbandingan antara desain perencanaan dengan kondisi eksisting yang terpasang di lapangan.
- Melakukan analisis struktur eksisting sesuai dengan peraturan bangunan (SNI) terbaru.
- Memberikan kesimpulan tentang kelayakan struktur bangunan dan rekomendasi metode perbaikan/perkuatan jika diperlukan.
Berdasarkan hasil survei lapangan dan evaluasi kondisi eksisting Gedung Hotel Truntum diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
- Berdasarkan hasil cek lebar retak, retak paling lebar adalah 0.497 mm dan leber terkecil adalah 0.075 mm.
- Berdasarkan alternatif 1, analisa struktur dengan beban taman eksisting, yaitu sebesar 1440 kg/m2 dengan tinggi tanah timbun 80 cm dan beban parkir 494 kg/m2 menunjukkan bahwa balok pada lantai dasar (B2, B3 dan B5) tidak aman (tidak memiliki kapasitas yang cukup).
- Berdasarkan alternatif 2, analisa struktur dengan beban taman eksisting, yaitu sebesar 450 kg/m2 dengan tinggi tanah timbun 25 cm dan beban parkir 494 kg/m2, menunjukkan bahwa balok pada lantai dasar sebagai berikut :
- B2 : aman
- B3 dan B5 : Tidak aman
- Berdasarkan alternatif 3 dan Alternatif 4, analisa struktur dengan kombinasi beban gempa tidak diperhitungkan, beban taman sebesar 450 kg/m2,beban parkir 494 kg/m2 diperoleh kondisi balok lantai dasar sebagai berikut :
- B2 : aman
- B3 : aman
- B5 : Tidak aman
- Berdasarkan alternatif 5, analisa struktur dengan kombinasi beban gempa tidak diperhitungkan, beban taman sebesar 450 kg/m2, beban parkir 494 kg/m2, beban dinding di ruangan sekeliling aula di jadikan partisi (0,75 kN/m2) dan kombinasi yang perhitungan hanya kombinasi dasar beban hidup dan beban mati diperoleh kondisi balok lantai dasar adalah sebagai berikut :
- B2 : aman
- B3 : aman
- B5 : aman
Berdasarkan hasil diagram interaksi kolom, didapatkan bahwa gaya luar kombinasi lentur dan aksial pada kolom masih lebih kecil dari kapasitas kombinasi lentur (kolom memiliki kapasitas yang cukup dalam memikul bebean yang bekerja). Dokumen laporan akhir assesmen Hotel Truntum dapat dilihat pada Gambar berikut.

Laporan Akhir Assesmen Hotel Truntum
