Bencana hidrometeorologi berupa hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada tanggal 27–29 November 2025 di wilayah Provinsi Sumatera Barat telah memicu kejadian banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang di berbagai kabupaten dan kota, termasuk Kota Padang dan wilayah sekitarnya. Dampak bencana tersebut cukup luas, meliputi kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan, terputusnya akses transportasi, rusaknya permukiman warga, serta terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Kondisi ini secara resmi ditetapkan sebagai Status Tanggap Darurat Bencana melalui Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat tentang penetapan dan perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Alam di wilayah Provinsi Sumatera Barat.
Menindaklanjuti kondisi darurat tersebut, Pusat Studi Bencana Universitas Andalas berperan aktif dalam mendukung upaya penanganan banjir bandang melalui keterlibatan akademisi dalam kelompok kerja pemulihan pascabencana hidrometeorologi tingkat provinsi (Gambar 31). Keterlibatan ini mencakup dukungan keilmuan dan teknis dalam bidang pemulihan infrastruktur berketahanan bencana, penyusunan dokumen perencanaan pemulihan, serta kajian kebencanaan yang dibutuhkan oleh pemerintah daerah sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Sebagai bagian dari respons tanggap darurat, Universitas Andalas melalui Tim Tanggap Bencana Universitas Andalas (Gambar 32) bersama Pusat Studi Bencana turut menyediakan dan mengoperasikan posko tanggap darurat yang berlokasi di Masjid Nurul Ilmi. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi bantuan kemanusiaan, distribusi logistik, serta tempat pelayanan awal bagi masyarakat terdampak banjir bandang. Keberadaan posko tersebut memudahkan koordinasi antara relawan, akademisi, dan pihak terkait lainnya, sekaligus menjadi simpul informasi dalam mendukung kelancaran penanganan darurat di lapangan.
Selain penyediaan posko tanggap darurat, Pusat Studi Bencana Universitas Andalas juga terlibat dalam upaya pemulihan awal melalui partisipasi dalam pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir bandang di wilayah Batu Busuk, Kota Padang. Keterlibatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, khususnya penyediaan tempat tinggal yang layak dan aman selama masa pemulihan pascabencana. Dalam kegiatan ini, PSB Unand memberikan dukungan teknis dan pendampingan, terutama terkait aspek keselamatan bangunan, tata letak hunian, serta pertimbangan risiko bencana lanjutan.
Dokumentasi kegiatan penanganan banjir bandang dapat dilihat pada Gambar berikut.



