Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Pusat Studi Bencana Universitas Andalas di Tanah Datar, pada Semester Ganjil 2025/2026 difokuskan pada penyusunan dokumen kontingensi bencana sebagai pedoman penanganan darurat bencana di tingkat Kabupaten.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan tahapan koordinasi dan penyamaan persepsi bersama pemerintah Kabupaten, perangkat Kabupaten, serta unsur masyarakat yang terlibat dalam penanggulangan bencana. Pada tahap ini, tim pengabdian melakukan diskusi awal untuk mengidentifikasi potensi ancaman bencana, kapasitas sumber daya yang tersedia, serta peran dan tanggung jawab masing-masing pemangku kepentingan dalam kondisi darurat. Proses ini menjadi fondasi penting dalam penyusunan dokumen kontingensi agar dokumen yang dihasilkan sesuai dengan kondisi nyata dan kebutuhan masyarakat Kabupaten Tanah Datar.
Tahapan selanjutnya adalah pengumpulan data dan informasi melalui survei lapangan dan forum diskusi kelompok (FGD). Kegiatan ini dilakukan untuk menggali data terkait kondisi fisik wilayah, persebaran penduduk, fasilitas umum, jalur evakuasi, serta sumber daya manusia dan sarana prasarana yang dapat dimobilisasi pada saat terjadi bencana. Melalui FGD yang melibatkan masyarakat dan unsur kelembagaan lokal, diperoleh gambaran mengenai skenario bencana yang paling mungkin terjadi, kebutuhan prioritas saat tanggap darurat, serta mekanisme koordinasi yang selama ini berjalan di tingkat Kabupaten.
Berdasarkan hasil koordinasi, survei lapangan, dan FGD, tim pengabdian bersama mitra menyusun dokumen kontingensi bencana Kabupaten Tanah Datar secara partisipatif. Dokumen kontingensi ini memuat analisis skenario bencana, struktur komando dan koordinasi tanggap darurat, rencana mobilisasi sumber daya, prosedur evakuasi, serta rencana pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pada fase tanggap darurat. Penyusunan dokumen dilakukan dengan mengacu pada pedoman penanggulangan bencana yang berlaku serta mempertimbangkan kearifan lokal dan kapasitas masyarakat setempat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat dan pemerintah Kabupaten tidak hanya dilibatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai aktor utama dalam proses perencanaan penanggulangan bencana. Dokumen kontingensi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi pedoman operasional yang siap digunakan ketika terjadi kondisi darurat, sehingga penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih cepat, terarah, dan terkoordinasi. Selain itu, proses penyusunan dokumen kontingensi ini juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman, kesiapsiagaan, dan kapasitas kelembagaan Kabupaten dalam menghadapi bencana.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Tanah Datar ini menunjukkan peran Pusat Studi Bencana Universitas Andalas dalam mendukung penguatan sistem penanggulangan bencana berbasis komunitas. Dengan tersusunnya dokumen kontingensi bencana di tingkat Kabupaten, diharapkan Kabupaten Tanah Datar memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang serta dapat menjadi contoh bagi Kabupaten lain di wilayah pesisir Sumatera Barat. Dokumentasi kegiatan Penyusunan Dokumen Kontingensi dapat dilihat pada Gambar berikut.



