Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Pusat Studi Bencana Universitas Andalas bekerja sama dengan Prodi Magister Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana Unand pada Semester Ganjil 2025/2026 salah satunya dilaksanakan di Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman. Wilayah ini merupakan kawasan pesisir Sumatera Barat yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami akibat keberadaan zona megathrust di lepas pantai Sumatera. Kondisi tersebut menjadikan Nagari Pilubang sebagai salah satu wilayah prioritas dalam upaya peningkatan kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat.
Kegiatan pengabdian ini difokuskan pada sosialisasi dan edukasi kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman megathrust. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan tahapan koordinasi dan perizinan bersama pemerintah nagari dan perangkat Nagari Pilubang. Pada tahap ini, tim pengabdian menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan, ruang lingkup program, serta rencana pelaksanaan kegiatan kepada pihak nagari. Selain itu, dilakukan pengumpulan data awal terkait kondisi wilayah, struktur sosial masyarakat, serta fasilitas umum yang berkaitan dengan potensi risiko bencana gempa bumi dan tsunami. Tahap koordinasi ini menjadi dasar penting dalam memastikan kegiatan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan edukasi kesiapsiagaan dilaksanakan dalam dua sesi dan melibatkan sekitar 30 orang peserta yang berasal dari berbagai unsur masyarakat, antara lain pemuda, pelajar, ibu rumah tangga, serta tokoh masyarakat. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan zona megathrust di Sumatera Barat, mekanisme terjadinya gempa bumi dan tsunami, tanda-tanda awal kejadian gempa besar, serta langkah-langkah evakuasi mandiri yang harus dilakukan oleh masyarakat. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui metode ceramah, diskusi, dan pemutaran media edukasi, sehingga peserta dapat lebih mudah memahami materi yang disampaikan dan aktif terlibat dalam proses pembelajaran.
Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan melalui pre-test dan post-test, diperoleh peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar sekitar 42% setelah mengikuti kegiatan sosialisasi dan edukasi. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian memberikan dampak yang nyata dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap bahaya megathrust dan pentingnya kesiapsiagaan bencana. Selain itu, sebagian besar peserta menunjukkan peningkatan kemampuan dalam memahami serta mengoreksi langkah-langkah evakuasi yang benar, yang menjadi indikator penting dalam upaya pengurangan risiko bencana di tingkat komunitas.
Manfaat utama dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Nagari Pilubang ini adalah meningkatnya kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi gempa bumi besar dan tsunami. Masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai ancaman bencana, tetapi juga dibekali dengan pemahaman praktis mengenai tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya budaya sadar bencana dan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya mitigasi bencana secara berkelanjutan.
Sebagai luaran kegiatan, pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan publikasi artikel pada jurnal pengabdian kepada masyarakat terindeks SINTA, pemberitaan kegiatan pada media lokal, serta video dokumentasi kegiatan yang dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi dan diseminasi informasi kepada masyarakat luas. Luaran tersebut diharapkan dapat memperluas dampak kegiatan dan menjadi referensi bagi pelaksanaan kegiatan serupa di wilayah lain yang memiliki tingkat risiko bencana yang sejenis.
Dokumentasi kegiatan Pkm di pilubang dapat dilihat pada Gambar berikut


