Pada Semester Ganjil 2025/2026, Pusat Studi Bencana Universitas Andalas juga melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Perencanaan Desa Wisata Tangguh Bencana di Nagari Aie Angek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh besarnya potensi wisata alam yang dimiliki Nagari Aie Angek, seperti pemandian air panas dan lanskap alam di kawasan kaki Gunung Marapi, yang di sisi lain berada pada wilayah dengan tingkat risiko bencana yang tinggi, terutama akibat erupsi gunung api, banjir bandang, dan gempa bumi. Kondisi tersebut menuntut adanya perencanaan pengembangan pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi, tetapi juga terintegrasi dengan aspek mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.
Pelaksanaan kegiatan pengabdian diawali dengan sosialisasi dan penyamaan persepsi kepada masyarakat nagari, khususnya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Kelompok Siaga Bencana (KSB), serta pemerintah nagari. Pada tahap ini, masyarakat diperkenalkan pada konsep Desa Wisata Tangguh Bencana, yaitu suatu pendekatan pengembangan pariwisata yang mengintegrasikan pengelolaan potensi wisata dengan pengurangan risiko bencana. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa pengembangan wisata di wilayah rawan bencana harus didukung oleh perencanaan yang matang, berbasis keselamatan, dan kesiapsiagaan masyarakat.
Tahapan berikutnya adalah pengumpulan data dan analisis kondisi eksisting melalui survei lapangan, diskusi kelompok terfokus, serta koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait. Kegiatan ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi wisata, kondisi sosial dan kelembagaan masyarakat, serta tingkat kerentanan dan kapasitas nagari dalam menghadapi bencana. Hasil analisis ini menjadi dasar dalam penyusunan dokumen perencanaan yang komprehensif dan sesuai dengan karakteristik Nagari Aie Angek.
Berdasarkan hasil survei dan diskusi, tim pengabdian bersama mitra menyusun Master Plan Desa Wisata Tangguh Bencana secara partisipatif. Dokumen master plan ini memuat arah pengembangan wisata nagari, peta potensi wilayah, peta bahaya dan jalur evakuasi, serta strategi pengelolaan wisata yang memperhatikan aspek mitigasi bencana. Penyusunan master plan dilakukan dengan melibatkan aktif masyarakat dan kelembagaan lokal, sehingga dokumen yang dihasilkan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga dapat dipahami dan diimplementasikan oleh masyarakat nagari.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas masyarakat, kegiatan pengabdian ini juga dilengkapi dengan workshop pemasaran digital dan pengelolaan wisata berbasis komunitas. Melalui kegiatan ini, Pokdarwis dan masyarakat dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mempromosikan potensi wisata nagari secara lebih efektif, sekaligus mengintegrasikan pesan-pesan kesiapsiagaan bencana dalam kegiatan promosi wisata. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing Nagari Aie Angek sebagai destinasi wisata yang aman, berkelanjutan, dan tangguh terhadap bencana.
Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran, partisipasi, dan kolaborasi masyarakat dalam pengelolaan wisata dan mitigasi bencana. Kelembagaan lokal seperti Pokdarwis dan KSB semakin berperan aktif dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan. Dengan tersusunnya Master Plan Desa Wisata Tangguh Bencana, Nagari Aie Angek diharapkan memiliki pedoman yang jelas dalam mengembangkan sektor pariwisata secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Dokumentasi kegiatan dapat dilihat pada Gambar berikut.

Sosialisasi dan penyamaan persepsi desa wisata tangguh bencana

Koordinasi dan FGD

Pengambilan data survei potensi wisata Aia Angek

Sosialisasi pemasaran digital desa wisata

Master Plan Desa Wisata Tangguh Bencana
